SautBox

Kalender Bali

Album KMHB

Here is a special website announcement..... Here is a special website announcement...

Tahun Baru bukan Sekadar Pergantian Tahun

Om Swastiastu

Tidak terasa sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru 2009 dan mengucapkan selamat tinggal pada tahun sebelumnya. Banyak hal yang sudah kita lakukan di tahun ini dan banyak rencana pula yang akan kita laksanakan di tahun depan.

Suatu perayaan hanyalah sebatas simbol belaka, apalagi perayaan itu berkaitan dengan pergantian hari tertentu. Perayaan pergantian tahun sama saja dengan pergantian hari, matahari terbit pukul 6 pagi kemudian akan tenggelam pukul 6 sore, dan hari pun akan berganti sebagaimana hari-hari sebelumnya. Kalau memang hanya sebatas itu pengertian tahun baru mengapa kita sampai menghabiskan sumber daya yang begitu banyak hanya untuk merayakan pergantian hari yang setiap hari kita jalani.

Perayaan pergantian tahun yang selama ini ada baru sebatas perayaan untuk pemenuhan kebutuhan materiil, kita membutuhkan pemaknaan yang lebih mendalam untuk “memberi makan” pada jiwa ini. Pemaknaan itu muncul ketika setiap orang sadar bahwa Tahun Baru bukanlah pesta, bukanlah kembang api, bukan terompet tapi Tahun Baru adalah pembersihan hati, pembersihan diri serta perenungan dan kontemplasi. Tahun Baru bukan sekadar pergantian tahun tetapi juga transformasi avidya menjadi vidya, transformasi hitam menjadi putih serta transformasi weakness menjadi strength.

Selamat Tahun Baru 2009, semoga kita semua dapat menjadi pribadi yang lebih baik di tahun yang baru ini dan selalu dalam lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sebagai penutup ijinkanlah Kami mengutip salah satu sloka dalam Bhagawadgita yang menerangkan keutamaan menjadi pribadi yang baik

Tatra Sattvam Nirmalatvat

Prakasakam Anamayam

Sukha-Sangena Badhnati

Jnana-Sangena Canagha

Bhagawadgita Sloka 14.6

Artinya

Wahai yang tidak berdosa, sifat kebaikan lebih murni daripada sifat-sifat yang lain. Karena itu, sifat kebaikan memberi penerangan dan membebaskan seseorang dari segala reaksi dosa. Orang yang mantap dalam sifat itu diikat oleh rasa kebahagian dan pengetahuan.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Here is a special website announcement..... Here is a special website announcement...

Laporan Futsal KMHB vs Alumni

Om Suastiastu

Atas asung kerta wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa maka acara ini dapat terselenggara sebagaimana direncanakan sebelumnya. Alumni yang dateng pun cukup banyak, tercatat kurang lebih 17 orang alumni yang berkesempatan hadir pada acara ini antara lain Bli Olik, Bli Nengah Budiarta, Bli Nyoman Para Chandra, Bli Gusti Ketut Wijaya Kusuma, Bli Kadek Rai, Bli Teddy (akhirnya datang juga), Bli Fushion, Bli Balik, Bli Ery, Bli Wayan Redipa, Bli Desu, Bli Acan, Bli Suez, Bli Jun, Bli Gejer, Bli Kompiang, Bli Pande.

Pada awal-awal pertandingan KMHB agak kaget karena yang maen berwajah asing semua, usut punya usut ternyata itu adalah “tentara bayarannya” bli kadek rai (uhhh…pantesan kita kalah, pake bantuan asing sih, heheh…). Pertandingan berlangsung cukup seru apalagi ketika salah satu anggota KMHB ga sengaja kena sikut di hidungnya ampe keluar darah, alhasil harus ditandu keluar dan dikompres minuman dingin (ga ada es soalnya). Selang beberapa menit kemudian alumni udah masuk lapangan. Dengan mengandalkan body balance Bli jun yang udah sembuh cedera harmstring serta determinasi dan pengalaman bli gejer dan bli suez alumni mulai menguasai pertandingan. Hujan golpun terjadi, bahkan saking banyaknya gol udah ga keinget lagi berapa skor sebenarnya (KMHB kayaknya kalah deh). Pertandingan berlangsung kurang lebih 2 jam, kemudian diakhiri dengan acara foto bersama.

Acara serupa akan kami usahakan untuk diselenggarakan di tempat-tempat lainnya (terutama untuk alumni di Bali) tentunya dengan memperhatikan jadwal liburan perkuliahan. Terima kasih kami ucapkan atas partisipasi alumni dalam acara ini, mudah-mudahan dengan acara ini dapat mempererat hubungan persaudaraan antara kita semua.

Om Shanti Shanti Shanti Om

NB: mohon maaf atas keterlambatan laporan ini.

DSC_0002 copy

Here is a special website announcement..... Here is a special website announcement...

The Jadulz

Berikut ini adalah sebagian foto-foto jadul Alumni KMHB, foto-foto yang lain segera menyusul. Bagi Bli2 n Mbok2 yang punya koleksi foto-foto jadul dapat dikirimkan ke email kami..suksma

NB: KMHB baru tau kalo bli Jun itu dulunya kurus, heheheh..(piss bli jun)

wisuda copy

TMPex9 copy

TMPex58 copy

TMPex33 copy

TMPe35 copy

new80

new175 copy

new145

kmhb7 copy

kmhb5

jun9

jun7 copy

jun6

jun48

jun4

jun39

Here is a special website announcement..... Here is a special website announcement...

Berita Kelahiran Putri I Nyoman Ardina

Om Swastiastu

Telah lahir putri dari pasangan I Nyoman Ardina (alumni KMHB 1989) dan Ni Putu Tri Kasiani pada hari Kamis tanggal 11 Desember 2008 di RSAB Harapan Kita.


Keluarga Mahasiswa Hindu dan Budha STAN mengucapkan selamat untuk Bli Nyoman sekeluarga, semoga selalu dalam lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, menjadi anak yang suputra serta berbakti kepada agama dan bangsanya.
Om Shanti Shanti Shanti Om
Here is a special website announcement..... Here is a special website announcement...

Pawiwahan Putu Eka Sudiartha

Om Swastiastu

Atas asung kertha wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa akan menikah Saudara kita Putu Eka Sudiartha (alumni KMHB 2003) dengan Kadek Lia Fitriani pada:

Hari/Tanggal       :Selasa/16 Desember 2008

Tempat                :Jl Pahlawan gg 1 No 26 Banjar Tegal Singaraja Bali

Keluarga Mahasiswa Hindu dan Budha STAN mengucapkan selamat menempuh hidup baru, semoga menjadi keluarga yang berbahagia dan selalu dalam lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Here is a special website announcement..... Here is a special website announcement...

Tak Pernah Ada Kematian

YANG HIDUP, AKAN SELALU HIDUP;

YANG TAK HIDUP, TIDAK AKAN PERNAH HIDUP

KARENANYA TAK PERNAH ADA KEMATIAN

Menurut Anda apakah makna dari kalimat di atas ???

Apa (atau siapa) yang hidup dan apa (atau siapa) yang mati ???

Pernahkah Anda merenungkan apa sebenarnya yang terjadi setelah kita mati ???

Apakah ada kehidupan setelah kematian ??? atau,

Apakah kematian itu benar-benar ada ???

Dalam Bhagavadgita ada beberapa sloka yang membahas tentang masalah ini , diantaranya :

1. Na tv evaham jatu nasam

na tvam neme janadhipah

na caiva na bhavisyamah

sarve vayam atah param (Bh.G.II.12)

Baik Aku, Engkau dan para pemimpin ini tak pernah tidak ada sebelumnya, ataupun akan berhenti adanya, sekalipun sesudah mati.

Badan atau raga kita akan selalu hidup dan mati sesuai dengan masa pakainya, tetapi Inti-Jiwa (Atman) akan selalu mengembara dari satu raga ke raga yang lainnya, tanpa henti sesuai dengan karmanya.  Seseorang sebenarnya tidak pernah mati, yang mati adalah raganya, suatu permukaan kasar yang merupakan medium belaka. Raga selalu menikmati semua kesenangan dan juga merasakan penderitaan yang diakibatkan oleh kesenangan itu, tetapi Atman akan jalan terus tanpa terkontaminasi sedikitpun.

2. Nasato vidyate bhavo

nabhavo vidyate satah,

ubhayor api drsto ntas

tv anayos tattva-darsibhih ( Bh.G.II.16 )

Apa yang tidak ada, tak akan pernah ada (dan) apa yang ada tak akan berhenti ada, kesimpulannya keduanya telah dapat dimengerti oleh para pengamat kebenaran.

Yang tidak sejati tidak mempunyai bentuk, Yang Sejati tak pernah ada habis-habisnya. Kebenaran kedua hal ini telah dirasakan oleh para pencari Kebenaran.
Yang sejati di sini adalah Atman (Inti Jiwa Kita), yang tidak sejati adalah raga kita yang selalu habis dan binasa, sedangkan Atman terus berkelana tanpa ada batas-batasnya. Raga kita berbentuk asat: tidak abadi, dapat rusak atau mati dimakan waktu atau keadaan. Sedangkan Atman adalah sat: Kesejatian yang Abadi, dalam Sat selalu tercipta yang baru, tanpa henti-hentinya, terus-menerus, abadi dan langgeng. Bukankah Itu sama saja dengan Yang Maha Pencipta.

Seorang penyair Barat yang terkenal di dunia pernah menulis:
Yang Satu Abadi, yang banyak berganti dan berlalu,
Cahaya Ilahi bersinar tanpa habis, bayangan bumi hilang berterbangan.
Hidup, bagaikan sebuah rumah kaca yang memantulkan pelangi berwarna- warni,
Sebenarnya bersumber pada warna putih yang abadi. (Percy Bysshe Shelley)

3. Antavanta ime deha

nityasyoktah sarininah

anasino prameyasya

tasmad yudhyasva bharata (Bh.G.II.18)

Sesungguhnya, raga dari jiwa yang langgeng, tak terhancurkan dan tak terbatas ini, juga akan berakhir, karena itu bertempurlah, wahai Arjuna.

Sloka ini menjelaskan tentang hakekat purusa yang bersifat kekal , dan prakrti yang mempunyai akhir. Sang Jiwa yang memberikan kehidupan kepada raga (badan) kita, tak akan pernah binasa karena merupakan percikan kecil dari Brahman. Sedangkan raga kita akan rusak dan hancur sehingga harus diganti dengan raga lain.

4. Na jayate mriyate va kadacin

nayam bhutva bhavita va na bhuyah

ajo nityah sasvato yam purano

na hayate hanyamane sarire (Bh.G.II.20)

Ini tak pernah lahir, juga tak pernah mati atau setelah ada tak akan berhenti ada. Ia tak terlahirkan, kekal, abadi, sejak dahulu ada; dan Dia tidak mati pada saat badan jasmani ini mati.

Tak ada seseorangpun yang pernah dilahirkan atau pun suatu saat nanti harus mati. Tak ada seorangpun sebenarnya yang hilang atau terhenti proses hidupnya (eksistensinya). Atman tak pernah dilahirkan, bersifat konstan, abadi dan telah ada semenjak masa yang amat silam. Ia tak pernah mati walau raga habis terbunuh.

5. Vasamsi jirnani yatha vihaya

navani grihnait naro parani

tahta sarirani vihaya jirnany

anyani samyati navani dehi (Bh.G.II.22)

Ibarat orang yang menanggalkan pakaian lama dan menggantikannya dengan yang baru, demikian jiwa meninggalkan badan tua dan memasuki jasmani yang baru.

Pada sloka ini kematian diibaratkan sebagai orang berganti pakaian. Orang (purusa/jiwatman) itu tetap hidup dan pakaian (badan/raga) yang tadinya dipakai tidak tidak berfungsi karena rusak. Jiwatman yang terbelenggu berpindah dari satu badan ke badan yang lain. Setiap kelahirannya membawa badan, hidup dan pikiran yang terbentuk dari pada prakerti menurut evolusinya dimasa yang lalu dan kebutuhannya dimasa yang akan datang. Apabila badan jasmani yang menjadi tua dan hancur, maka alam pikiran sebagai pembalut jiwa memaksa jiwa untuk berpindah-pindah dari satu badan ke badan yang lain yang disebut reinkarnasi atau phunarbhawa sesuai dengan karmaphalanya (hasil perbuatannya di dunia). Karena itu Atman tidak akan selalu dapat kembali kepada asalnya yaitu ke Paramaatman. Orang-orang yang berbuat baik di dunia akan menuju sorga dan yang berbuat buruk akan jatuh ke Neraka. Di Neraka Jiwatman itu mendapat siksaan sesuai dengan hasil perbuatannya. Karena itulah penjelmaan terus berlanjut sampai Jiwatman sadar akan hakekat dirinya sebagai Atman, terlepas dari pengaruh awidya dan mencapai Moksa yaitu kebahagiaan dan kedamaian yang abadi serta kembali bersatu kepada asalnya.

Apabila kita renungkan lebih dalam mengenai kematian, maka semakin kita sadari bahwa sesungguhnya tak ada kematian seperti yang selalu kita bayangkan. Kita beranggapan bahwa seorang mengalami kematian ketika seseorang tidak lagi bernyawa, saat dimana jantung berhenti berdetak, darah berhenti mengalir, paru-paru berheni bernapas dan otak berhenti bekerja. Apakah itu benar-benar dapat disebut sebuah kematian ?

Siapa yang mati? Siapa yang pernah hidup? Tubuh fisik kita sejak awal tersusun oleh benda-benda tak hidup. Tersusun oleh atom-atom dan molekul-molekul, mineral-mineral, baik dari unsur kimiawi logam maupun non logam, padat, cair dan gas. Udara yang kita hirup terdiri dari unsur atom oksigen, karbon dan atom lainnya. Air yang kita minum berasal dari ikatan unsur oksigen dan hidrogen. Tulang kita tersusun dari unsur kalsium, fosfor dan unsur lainnya. Sel-sel darah merah kita mengandung besi sehingga dapat mengikat oksigen dari paru-paru. Demikian pula sel-sel serta organ-organ lain dalam diri kita, semua tersusun dari benda tak hidup. Sejak awal sampai akhir unsur-unsur itu tetap saja menjadi unsur tak hidup. Jika unsur-unsur itu tak pernah menjadi hidup, bagaimana bisa dikatakan mengalami kematian.

Lalu apa yang hidup?

Diri sejati kitalah yang hidup. Tanpa ada Diri Sejati dalam tubuh manusia, binatang atau makhluk hidup lainnya, tidak akan ada kehidupan. Sebab kehidupan adalah penyatuan antara yang hidup dan yang tak hidup. Karena yang hidup sesungguhnya hanyalah Sang Diri Sejati yang tak akan pernah mati.

Jadi apakah yang selama ini kita anggap sebagai kematian ?

Apa yang selama ini kita istilahkan ” mati ”, lebih tepat disebut tak hidup. Karena memang tidak ada yang mati. Unsur yang hidup akan selalu hidup (Diri Sejati), yang tak hidup akan selalu tak hidup (tubuh kita). Yang terjadi hanyalah pemisahan antara unsur hidup dan tak hidup, yang sebelumnya mengalami penyatuan. Tidak ada yang benar-benar dapat disebut ” mati”.

Lalu mengapa kita sering kali mengalami ketakutan akan kematian ?

Bukankah sebenarnya kita (atman) tidak akan pernah mati ?

Hal ini semata-mata disebabkan oleh ketidaktahuan (avidya) dalam diri kita. Yang perlu kita pikirkan bukanlah ketakutan itu sendiri tetapi bagaimana menghadapi rasa takut itu.

Bagaimana kita mengisi kehidupan sebagai manusia, yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kita….

Bagaimana kita dapat melampaui kematian itu sendiri…

Yang biasa kita kenal sebagai…

Mati dalam hidup dan hidup dalam kematian….

Ingatlah kehidupan itu sangat singkat….

Suksma…….

Oleh: I Gusti Agung Yuliari (KPP Madya Jakarta Pusat), dibawakan pada acara Pesantian Pajak

Here is a special website announcement..... Here is a special website announcement...

Laporan dari Olahraga Gembira VII

Berangkat dengan 47 personel (termasuk 4 alumni didalamnya), KMHB stan tiba sebagai kontingen yang paling pertama menginjakkan kaki di Pura Halim, tempat berlangsungnya kegiatan tahunan PRADAH Indonesia yakni Olahraga Gembira ke VII. Olahraga gembira ini diikuti oleh sekitar 33 kontingen yang di dalamnya merupakan perwakilan Banjar, atau Pura-Pura di Sekitar Jakarta dan Organisasi Keagamaan Hindu di kampus-kampus seantero Jakarta.

Olahraga Gembira VII - 29

Olahraga Gembira VII - 17 Olahraga Gembira VII - 31 Olahraga Gembira VII - 32 Olahraga Gembira VII - 15 Olahraga Gembira VII - 12 Olahraga Gembira VII - 35 Olahraga Gembira VII - 37

Olahraga Gembira VII - 38 Olahraga Gembira VII - 08 Olahraga Gembira VII - 02 Olahraga Gembira VII - 06 Olahraga Gembira VII - 23 Olahraga Gembira VII - 22

Setelah acara di buka oleh wakil Gubernur DKI Jakarta, ditabuhlah genderang kompetisi yang dimulai dengan kompetisi Yel. KMHB sendiri tambil sebagai kontingen yang pertama dengan maksud agar Yel yang akan diperlombakan sempat disaksikan oleh wagum, dan ternyata meskipun tidak mendapatkan juara, cukup mendapat apresiasi yang lumayan banyak dari para hadirin termasuk wagub sendiri.

KMHB mengirim kontingen di hampir semua cabang (kecuali lomba mewarnai tingkat anak-anak) karena untuk perlombaan yang satu tersebut KMHB tidak memenuhi persyaratan umur. Di cabang Volley, meski sempat memimpin di set kedua melawan Jakarta Utara, akhirnya KMHB kandas setelah smash keras Rai mendarat dengan keras di luar garis lapangan dan out (14-25, 23-25), akhir yang menyedihkan untuk Volley, namun suara pendukung dari teman-teman KMHB tidak henti-hentinya bergema untuk mendukung tim Volly kebanggaan KMHB, ini menunjukkan kekompakan kita lebih bermanfaat ketimbang hasil di lapangan.

Tidak jauh berbeda untuk cabang bakiak putra dan putri, meski KMHB telah mengirimkan tim terbaik bakiak putra, disebut terbaik karena mereka selalu juara ketika Pentab, namun sayang kecepatan kaki mereka jauh tertinggal dari musuh-musuhnya, sehingga dapat disimpulkan mereka memang khusus spesialis perlombaan Pentab. Ini tidak akan menyurutkan niat KMHB untuk tetap meneruskan perlombaan bakiak dalam Pentab tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya, semoga akan lahir calon juara bakiak sejati.

Akhirnya, penantian KMHB untuk bisa membawa pulang piala kesampean juga. Tim lari karung putri memperoleh juara III dan tim lari karung putra memperoleh juara II. Dengan dukungan yang terus mengalun-ngalun, temen-temen KMHB benar-benar memberikan semangat buat tim lari karung yang berlomba, dan dengan ditiupkan peluit tanda Finish, dua piala telah resmi mendarat di Graha KMHB.

Untuk perlombaan Futsal, KMHB mampu lolos ke babak semifinal setelah menang 2-0 melawan Bekasi, namun akhirnya terhempas dan gagal menuju Final, setelah kalah 0-3 dari Rawamangun. Kondisi pemain utama yang cedera (Bli Konyong, semoga lekas sembuh) dan hampir semua pemain utama juga kelelahan akibat harus mengikuti lomba lain secara marathon menyebabkan KMHB lemah secara fisik. Sehingga untuk memaknai olahraga gembira yang benar-benar gembira, KMHB menurunkan pemain lapis ketiganya pada perebutan juara ke III melawan Jakarta Utara yang sebelumnya dihempaskan Jay Ka Lima.

Unggul 1-0 di babak pertama dengan permainan lucu nan aneh, akhirnya tertinggal 1-2 sampai peluit akhir dibunyikan, kekalahan ini disebabkan karena tim lawan yang sebelumnya juga menurunkan tim cadangannya, akhirnya tidak sabar dan memainkan tim intinya. Meski demikian, KMHB bangga melihat aksi-aksi supporter KMHB yang semangat, kreatif dan selalu menjadi pusat perhatian oleh kontingen manapun, jika ada perlombaan supporter pastilah supporter KMHB pemenangnya, terima kasih buat supporter KMHB semuanya.

Tiba kembali pukul 19.00 malam di kampus STAN setelah lelah mengikuti perlombaan, KMHB setidaknya pulang dengan kepala tegak, meskipun cuma mendapat 2 medali, tapi KMHB mendapatkan hadiah istimewa yaitu 25 free tiket ke Sea World atas prestasinya sebagai kontingen yang paling rajin (baca on time) ke arena pertandingan, ini merupakan pembuktian program utama kepemimpinan Bli Goseng untuk menghilangakan kebiasaan telat KMHB dan sekarang telah mulai berbuah manis.

Semoga di tahun depan KMHB bisa lebih Berjaya dan tetap kompak, terima kasih buat semua Bli-Bli dan Mbok-Mbok alumni atas bantuannya, Bli-Bli alumni yang telah ikut bertanding pula dan semua teman-teman KMHB, kita keluarga selamanya…