Posted : May - 10 - 2009 @ : 12:47 pm | Filled under: Uncategorized |
No comments
Sejarah terulang kembali, setidaknya itu adalah kenyataan yang akan terjadi pada babak perempat final liga jatim 2009 nanti, dimana pada perempat final tahun lalu Bali FC kandas di tangan Malang A yang kala itu gawang Wira sempat kebobolan tiga gol tanpa balas.
Akankah kekalahan kelam itu akan terulang lagi? Jawabannya adalah pada sebuah pertandingan rabu sore 13 Mei 2009, antara tim Bali FC yang tidak lagi diperkuat oleh Wira, Arya Gede, dan beberapa pilar utama yang kala itu menghadapi Malang A dengan masih diperkuat banyak pemain hebatnya. Namun saat ini Malang A tetap saja menakutkan, dimana salah satu pemainnya yakni Reza adalah top sccorer sementara Liga Jatim 2009 hingga saat ini . Meskipun kini Bali FC dihuni oleh sebagian besar muka-muka baru, sehingga sempat terseak-seok di babak penyisihan kemarin, tapi semangat tim Bali FC 2009 tidaklah kalah dengan semangat tim Bali FC pendahulunya.



Dengan Cupunk yang masih menjadi motor serangan, tim Bali FC mampu finish diperingkat kedua dengan 7 poin hasil dari 2 kali menang, 1 kali seri, dan 1kali kalah. Meskipun Lumajang belum bertanding dengan Jombang sampai berita ini diupload, dipastikan Lumajang jika menang melawan Jombang hanya akan mengemas 5 poin, hasil dari 1 kali menang, 2 kali seri dan 1 kali kalah. Untuk klasemen sementara penyisihan Group B dapat dilihat di bawah.
|
Team
|
Main
|
Menang
|
Seri
|
Kalah
|
Poin
|
|
Kediri
|
4
|
4
|
0
|
0
|
12
|
|
Bali FC
|
4
|
2
|
1
|
1
|
7
|
|
Lamongan
|
4
|
1
|
1
|
2
|
4
|
|
Lumajang
|
3
|
0
|
2
|
1
|
2
|
|
Jombang
|
3
|
0
|
0
|
3
|
0
|
Berikut adalah ulasan singkat masing-masing Pertandingan yang dilakoni Bali FC
Bali FC vs Lumajang (1-1)
Melakoni laga perdana di Liga Jatim 2009 ini, Bali FC tampil cukup tegang, terbukti banyak kesalahan-kesalahan yang dibuat dan banyak pula kesempatan yang terbuang, sampai akhirnya Arya (pemain baru dari Kuta) berhasil mengirimkan bola ke pojok kiri gawang Lumajang setelah terjadi kemelut di depan gawang Lumajang dan Gol itupun bertahan sampai babak pertama usai.
Memasuki babak kedua Lumajang meningkatkan serangannya namun pergerakan bola lawan hanya sampai di barisan pertahanan belakang Bali FC. Terus-terusan diserang dan pemain mulai kelelahan, akhirnya pada 2 menit menjelang laga usai, gawang Bali FC kebobolan juga oleh sepakan keras pemain Lumajang yang tak terkawal dengan baik, tendangannya yang keras menerobos ke pojok kiri atas gawang Dedy, meski sempat menyentuh ujung tangan Dedy gol itupun tak terelakkan lagi., dan gol yang sangat menyakitkan itupun harus membuat Bali FC rela berbagi angka dengan Lumajang.
Bali FC vs Jombang(1-0)
Mengetahui Jombang adalah tim yang lemah, Bali FC berinisiatif menyerang lebih dahulu. Bali FC dikejutkan oleh sebuah tembakan spekulasi Jombang yang membentur gawang Dedy dan sempat memantul ke arah bawah sebelum diamankan Dedy, kala itu para pemain Jombang protes, sebab menurut mereka bola itu telah melewati garis gawang, terjadi perdebatan dan wasit tetap menggangap itu bukanlah gol., selamatlah gawang Bali FC dari serangan balik Jombang yang begitu cepat. Memasuki pertengahan babak pertama, Bali FC dihadiahi tendangan penalti karena wasit melihat pemain Jombang menyentuh bola dengan tangan di area terlarang. Cupunk dengan penuh percaya diri namun terlihat tegang (tercermin dari wajahnya yang selalu tegang ketika pertandingan) menjadi algojo dan dengan sekali sepak, bola melayang tinggi di atas kanan gawang Bali FC, dia begitu kecewa namun pemain Bali FC menepuk pundaknya, tidak jelas apakah untuk menenangkan Cupunk ataukah untuk berkata : “goblok ente, nendang penalti aja gak masuk” hehehe…
Skror 0-0 bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Bali FC semakin meningkatkan serangannya, berulang kali tembakan Cupunk mengarah ke gawang Jombang, ada yang on goal, ada jg yang tidak, sampai akhirnya umpan manis Cupunk kepada Arya disisi kiri pertahanan Jombang yang tidak terkawal diselesaikan dengan baik, mengecoh kiper dan GOL yang ditunggu-tunggu itu pun terjadi.
Skor 1-0 bertahan hingga pertandingan usai.
Bali FC vs Kediri A (1-2)
Mungkin ini adalah pertandingan paling keras sepanjang penyisihan Grup B yang dilakoni Bali FC, betapa tidak pada pertandingan ini, kiper kita Dedy harus ditandu keluar setelah berbenturan dengan striker Kediri yang menyebabkan mulut Dedy terluka cukup parah, bibirnya robek, darahpun berceceran. Ini memicu amarah pemain Bali FC akibat keras dan kasar nya permainan Kediri, sat itu sebelum Dedy keluar skor masih 1-1. Gawang Bali FC kebobolan terlebih dahulu akibat salah antisipasi Dedy dalam menghalau umpan sayap Kediri yang justru menuju ke gawang Bali FC, lapangan yang masih becek dan bola yang licin ditengarai menjadi penyebabnya. Tidak menunggu lama Bali FC meningkatkan serangan guna mengejar ketertinggalan, dan kontan saja, sebuah umpan manis Komzud hasil kerja sama pemain tengah yang apik diselesaikan dengan gol yang berkelas dari Dedek, skorpun berubah 1-1.
Mengira pertandingan akan imbang, tragedi Dedy pun terjadi, dia keluar lapangan setelah terluka, dan posisi kiper digantikan Satria. Berbekal mata Satria yang minus tanpa kacamata, sebuah bola umpan yang mendatar dari pemain Kediri justru masuk ke selangkangan Satria sebelum akhirnya menerpa tiang gawang Bali FC, bek Bali FC mencoba melakukan sliding tackle untuk menghalau striker Kediri yang mencoba menyepak bola liar yang bergulir bebas di depan gawang Bali FC, namun tackle itu gagal, dan gol kedua Kediri tak terelakkan lagi.
Kerusuhan masal pun hampir terjadi antara pemain Bali FC dengan beberapa oknum supporter Kediri yang tidak bertanggung-jawab, para pemain Bali FC tetap menunggu sampai sang supporter sialan yang sok jagoan itu berani untuk melakukan duel satu lawan satu, namun memang sungguh pengecut, oknum supporter tadi tidak segarang sebelumnya, dan akhirnya Bli Gosenk pun datang untuk menenangkan keadaan. Setelah amarah para pemain (baca; terutama Satria yang sangat marah kala itu, bahkan hendak menyodomi para supporter tadi) berangur-angsur tenang, Bali FC pun pulang dengan gontai. Dan harus bersiap-siap ke Monas karena akan segera diadakan Gladi Resik Dharma Santhi bersama.
Tim Boleh Kalah, Tapi Harga Diri Dijaga Hingga Mati.!!!
Bali FC vs Ngawi-Lamongan (1-0)
Dengan peluang yang tipis untuk lolos setelah takluk 1-2 dari Kediri pada pertandingan sebelumnya, membuat partai ini bisa dibilang partai hidup mati. Bali FC harus menang jika mau lolos. Tapi suasana yang tegang tidak terlihat pada pertandingan sore itu, meski belum diperkuat beberapa pemain kunci karena berbenturan dengan jadwal kuliah, Bali FC dengan pemain seadanya mampu bermain tenang bahkan sebuah sepakan keras Sugandha (baca; Doble) dari luar kotak penalti, mengoyak gawang Lamongan dan skor 1-0 mengantarkan Bali FC lolos ke babak knock out. Setelah para pemain kunci datang, skor tidak berubah. Kemenangan ini adalah hasil kerja keras semua pihak baik pemain dan supporter KMHB tercinta, maju terus Bali FC ku !!!