SautBox

Kalender Bali

Album KMHB

Here is a special website announcement..... Here is a special website announcement...

Berita Pawiwahan

Om Swastiastu

Atas asung kertha wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa akan menikah Saudara kita Putu Joni Sanjaya dengan Eka Juliani pada:

Tanggal       :  6 Juni 2009

Tempat        :  Busungbiu – Buleleng

Keluarga Mahasiswa Hindu dan Budha STAN mengucapkan selamat menempuh hidup baru, semoga menjadi keluarga yang berbahagia dan selalu dalam lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Here is a special website announcement..... Here is a special website announcement...

Berita Kelahiran

Om Swastiastu,

Selamat Buat Made Sugiada (Alumni KMHB thn 97, Direktorat TTKI, Kantor Pusat DJP) atas kelahiran Putrinya pada
Hari: Minggu, 24 Mei 2009 jam 05.47 pm

KMHB mengucapkan selamat kepada keluarga, dumogi rahayu dan menjadi anak suputra.
Om Shanti Shanti Shanti Om

Here is a special website announcement..... Here is a special website announcement...

Laporan Dharma Shanti Nyepi Tahun Baru Caka 1931

Om Swastyastu,

Hari yang dinantikan pun tiba. Minggu, 3 Mei 2009, merupakan puncak dari seluruh kerja keras panitia gabungan dari 11 universitas. Kami dari KMHB mengawali acara dengan membawakan gamelan untuk menyambut tamu yang datang. Setelah itu, MC pun mulai membuka acara. Acara diawali dengan Tri Sandya bersama yang dipimpin oleh pemangku Bapak I Wayan Budha. Setelah selesai persembahyangan, kami menghibur para penonton dengan persembahan Tari Puspa Resti. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Weda Wakya yang dibacakan oleh I Putu Adi S. dan Halfian Swastika dari STAH.

Dharma Santhi Nyepi 1931

Dharma Santhi Nyepi 1931 Dharma Santhi Nyepi 1931 Dharma Santhi Nyepi 1931 Dharma Santhi Nyepi 1931 Dharma Santhi Nyepi 1931 Dharma Santhi Nyepi 1931 Dharma Santhi Nyepi 1931

Dharma Santhi Nyepi 1931 Dharma Santhi Nyepi 1931 Dharma Santhi Nyepi 1931 Dharma Santhi Nyepi 1931 Dharma Santhi Nyepi 1931 Dharma Santhi Nyepi 1931

Dharma Santhi Nyepi 1931 Dharma Santhi Nyepi 1931 Dharma Santhi Nyepi 1931 Dharma Santhi Nyepi 1931 Dharma Santhi Nyepi 1931

Dharma Santhi Nyepi 1931 Dharma Santhi Nyepi 1931 Dharma Santhi Nyepi 1931

Setelah pembacaan kitab suci Weda, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Setelah sambutan-sambutan, tibalah pada acara inti Dharma Shanti kali ini, yaitu diskusi keagamaan yang bertemakan “Peranan Generasi Muda dalam Kemajuan Hindu Nusantara” yang narasumbernya adalah Dewa Ketut Suratnaya, S. Ag., M. MPd. dan moderatornya adalah L. G. Sarasdewi, M. Hum.

Dalam diskusi tersebut, Bapak Ketut Suratnaya menyampaikan perkembangan Agama Hindu Indonesia, dimana dimulai sejak berdirinya kerajaan-kerajaan di Indonesia. Beliau juga menyampaikan bahwa agama Hindu telah berkembang sejak sebelum Kerajaan Kutai berdiri. Selanjutnya disusul dengan berdirinya kerajaan-kerajaan Hindu di Pulau Jawa, dimana kerajaan yang pertama berdiri adalah Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat. Kemudian mengalami puncak kejayaannya adalah sejak berdirinya Kerajaan Majapahit.

Di Indonesia kebanyakan orang mengira bahwa agama Hindu itu sangat identik dengan Bali, terutama dalam hal upacara dalam melasanakan yadnya. Namun demikian, hal tersebut pada kenyataannya berbeda. Umat Hindu di Indonesia tidak semata-mata seperti yang ada di Bali. Agama Hindu berkembang di Indonesia dari Sabang hingga Merauke dengan berbagai Kebhinekaan. Dimulai dari Hindu Batak Karo yang ada di Sumatera, Hindu Dayak di Kalimantan, Hindu Kejawen yang tersebar di Pulau Jawa, Hindu Sidrap, Hindu Toraja, dan Hindu Mamasa di Sulawesi, Hindu Sasak di Nusa Tenggara, dan bahkan ada komunitas Hindu Tiaonghoa di Indonesia. Hal ini tentunya menghadirkan nuansa yang berbeda dalam hal peribadatan, misalnya hari besar keagamaan, bentuk banten, sesajen, dan sarana ibadah yang lain. Begitu pula dengan upacara ngabennya yang konon Hindu Kejawen tidak dibakar, melainkan dikubur dan banyak lagi hal-hal yang berbeda-beda dan mungkin belum bisa diterima oleh orang Hindu Bali sebagai bagian dari keberagaman Hindu di Indonesia.

Melihat perbedaan tersebut, umat Hindu Bali tidak boleh membalikan Hindu tersebut. Karena pada keadaan tertentu masyarakat belum siap menerima suatu pandangan tersebut. Misalnya sebagai contoh dalam hal upacara kematian tersebut. Bapak Suratnaya mengatakan mungkin saja Hindu Kejawen itu belum siap untuk menerima budaya pembakaran mayat (kremasi) seperti di Bali, maka jenasahnya dikuburkan. Namun hal yang menarik, adalah mereka tetap memiliki ikatan yang kuat dengan leluhur mereka masing-masing seperti halnya di Bali.

Menurut ramalan Jayabaya, agama Hindu akan bangkit 400 tahun lagi. Namun dibalik ramalan tersebut masih tersimpan misteri yang belum terpecahkan. Dimulai dari tahun ramalan tersebut dimulai hingga ciri-ciri kebangkitan agama Hindu itu sendiri. Kita sebagai generasi muda diharapkan mencari keberanan Hindu itu dengan sendirinya agar tetap kekal dan abadi. Itulah beberapa hal penting yang penulis dapatkan dari diskusi tersebut.

Muncul beberapa pertanyaan dalam diskusi kali ini dan semua peserta diskusi yang bertanya, masing-masing mendapatkan door prize dari panitia. Setelah diskusi selesai, dilanjutkan dengan santap siang bersama.

Berikutnya giliran persembahan band oleh Niken dan teman-teman lainnya dari Binus. Mereka membawakan lagu yang berjudul “Wonder Women” dan “Nyanyian Dharma”. Lalu dilanjutkan dengan penampilan bintang tamu dari Alam Dewata Band. Mereka mengkombinasikan musik modern berupa band dengan musik tradisional berupa gamelan Bali. Lagu yang mereka bawakan adalah ciptaan mereka sendiri, yaitu berjudul “Dewi Saraswati” dan “Nyanyian Dharma”.

Setelah itu, giliran persembahan tari Golek dari Majapahid dan Tari Barong Sai dari Pura Cikung Biyo. Setelah seluruh persembahan selesai, dilanjutkan dengan pemberian plakat sebagai kenang-kenangan dari panitia. Kemudian acara pun selesai dan ditutup dengan acara berfoto bersama sambil diiring dengan gamelan.

Demikianlah rangkaian acara Dharma Shanti ini. Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut membantu menyukseskan acara ini. Khususnya kepada alumni KMHB sendiri yang telah membantu terselenggaranya acara ini baik secara moril maupun materiil. Tanpa bantuan Bli dan Mbok alumni sekalian, acara ini tidak akan dapat dilaksanakan. Kami mohon maaf apabila terdapat kekurangan selama masa persiapan dan pelaksanaan acara ini, kritik dan saran Bli dan Mbok alumni sangat kami harapkan demi perbaikan di masa datang.

Demikianlah laporan pelaksanaan Dharma Shanti ini. Akhir kata, penulis mohon maaf atas segala kekurangan dalam penulisan artikel ini. Dokumentasi acara serta LPJ akan segera kami upload di web site ini.

Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa Asung Kertha Waranugraha-Nya kepada kita semua.

Om Shanti, Shanti, Shanti Om.

Here is a special website announcement..... Here is a special website announcement...

Bali FC Hadapi Malang A di Perempat Final

Sejarah terulang kembali, setidaknya itu adalah kenyataan yang akan terjadi pada babak perempat final liga jatim 2009 nanti, dimana pada perempat final tahun lalu Bali FC kandas di tangan Malang A yang kala itu gawang Wira sempat kebobolan tiga gol tanpa balas.

Akankah kekalahan kelam itu akan terulang lagi? Jawabannya adalah pada sebuah pertandingan rabu sore 13 Mei 2009, antara tim Bali FC yang tidak lagi diperkuat oleh Wira, Arya Gede, dan beberapa pilar utama yang kala itu menghadapi Malang A dengan masih diperkuat banyak pemain hebatnya. Namun saat ini Malang A tetap saja menakutkan, dimana salah satu pemainnya yakni Reza adalah top sccorer sementara Liga Jatim 2009 hingga saat ini . Meskipun kini Bali FC dihuni oleh sebagian besar muka-muka baru, sehingga sempat terseak-seok di babak penyisihan kemarin, tapi semangat tim Bali FC 2009 tidaklah kalah dengan semangat tim Bali FC pendahulunya.

Liga Jatim 2009

Liga Jatim 2009 Liga Jatim 2009 Liga Jatim 2009 Liga Jatim 2009 Liga Jatim 2009 Liga Jatim 2009 Liga Jatim 2009

Liga Jatim 2009 Liga Jatim 2009 Liga Jatim 2009 Liga Jatim 2009

Dengan Cupunk yang masih menjadi motor serangan, tim Bali FC mampu finish diperingkat kedua dengan 7 poin hasil dari 2 kali menang, 1 kali seri, dan 1kali kalah. Meskipun Lumajang belum bertanding dengan Jombang sampai berita ini diupload, dipastikan Lumajang jika menang melawan Jombang hanya akan mengemas 5 poin, hasil dari 1 kali menang, 2 kali seri dan 1 kali kalah. Untuk klasemen sementara penyisihan Group B dapat dilihat di bawah.

Team

Main

Menang

Seri

Kalah

Poin

Kediri

4

4

0

0

12

Bali FC

4

2

1

1

7

Lamongan

4

1

1

2

4

Lumajang

3

0

2

1

2

Jombang

3

0

0

3

0

Berikut adalah ulasan singkat masing-masing Pertandingan yang dilakoni Bali FC

Bali FC vs Lumajang (1-1)

Melakoni laga perdana di Liga Jatim 2009 ini, Bali FC tampil cukup tegang, terbukti banyak kesalahan-kesalahan yang dibuat dan banyak pula kesempatan yang terbuang, sampai akhirnya Arya (pemain baru dari Kuta) berhasil mengirimkan bola ke pojok kiri gawang Lumajang setelah terjadi kemelut di depan gawang Lumajang dan Gol itupun bertahan sampai babak pertama usai.

Memasuki babak kedua Lumajang meningkatkan serangannya namun pergerakan bola lawan hanya sampai di barisan pertahanan belakang Bali FC. Terus-terusan diserang dan pemain mulai kelelahan, akhirnya pada 2 menit menjelang laga usai, gawang Bali FC kebobolan juga oleh sepakan keras pemain Lumajang yang tak terkawal dengan baik, tendangannya yang keras menerobos ke pojok kiri atas gawang Dedy, meski sempat menyentuh ujung tangan Dedy gol itupun tak terelakkan lagi., dan gol yang sangat menyakitkan itupun harus membuat Bali FC rela berbagi angka dengan Lumajang.

Bali FC vs Jombang(1-0)

Mengetahui Jombang adalah tim yang lemah, Bali FC berinisiatif menyerang lebih dahulu. Bali FC dikejutkan oleh sebuah tembakan spekulasi Jombang yang membentur gawang Dedy dan sempat memantul ke arah bawah sebelum diamankan Dedy, kala itu para pemain Jombang protes, sebab menurut mereka bola itu telah melewati garis gawang, terjadi perdebatan dan wasit tetap menggangap itu bukanlah gol., selamatlah gawang Bali FC dari serangan balik Jombang yang begitu cepat. Memasuki pertengahan babak pertama, Bali FC dihadiahi tendangan penalti karena wasit melihat pemain Jombang menyentuh bola dengan tangan di area terlarang. Cupunk dengan penuh percaya diri namun terlihat tegang (tercermin dari wajahnya yang selalu tegang ketika pertandingan) menjadi algojo dan dengan sekali sepak, bola melayang tinggi di atas kanan gawang Bali FC, dia begitu kecewa namun pemain Bali FC menepuk pundaknya, tidak jelas apakah untuk menenangkan Cupunk ataukah untuk berkata : “goblok ente, nendang penalti aja gak masuk” hehehe…

Skror 0-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Bali FC semakin meningkatkan serangannya, berulang kali tembakan Cupunk mengarah ke gawang Jombang, ada yang on goal, ada jg yang tidak, sampai akhirnya umpan manis Cupunk kepada Arya disisi kiri pertahanan Jombang yang tidak terkawal diselesaikan dengan baik, mengecoh kiper dan GOL yang ditunggu-tunggu itu pun terjadi.

Skor 1-0 bertahan hingga pertandingan usai.

Bali FC vs Kediri A (1-2)

Mungkin ini adalah pertandingan paling keras sepanjang penyisihan Grup B yang dilakoni Bali FC, betapa tidak pada pertandingan ini, kiper kita Dedy harus ditandu keluar setelah berbenturan dengan striker Kediri yang menyebabkan mulut Dedy terluka cukup parah, bibirnya robek, darahpun berceceran. Ini memicu amarah pemain Bali FC akibat keras dan kasar nya permainan Kediri, sat itu sebelum Dedy keluar skor masih 1-1. Gawang Bali FC kebobolan terlebih dahulu akibat salah antisipasi Dedy dalam menghalau umpan sayap Kediri yang justru menuju ke gawang Bali FC, lapangan yang masih becek dan bola yang licin ditengarai menjadi penyebabnya. Tidak menunggu lama Bali FC meningkatkan serangan guna mengejar ketertinggalan, dan kontan saja, sebuah umpan manis Komzud hasil kerja sama pemain tengah yang apik diselesaikan dengan gol yang berkelas dari Dedek, skorpun berubah 1-1.

Mengira pertandingan akan imbang, tragedi Dedy pun terjadi, dia keluar lapangan setelah terluka, dan posisi kiper digantikan Satria. Berbekal mata Satria yang minus tanpa kacamata, sebuah bola umpan yang mendatar dari pemain Kediri justru masuk ke selangkangan Satria sebelum akhirnya menerpa tiang gawang Bali FC, bek Bali FC mencoba melakukan sliding tackle untuk menghalau striker Kediri yang mencoba menyepak bola liar yang bergulir bebas di depan gawang Bali FC, namun tackle itu gagal, dan gol kedua Kediri tak terelakkan lagi.

Kerusuhan masal pun hampir terjadi antara pemain Bali FC dengan beberapa oknum supporter Kediri yang tidak bertanggung-jawab, para pemain Bali FC tetap menunggu sampai sang supporter sialan yang sok jagoan itu berani untuk melakukan duel satu lawan satu, namun memang sungguh pengecut, oknum supporter tadi tidak segarang sebelumnya, dan akhirnya Bli Gosenk pun datang untuk menenangkan keadaan. Setelah amarah para pemain (baca; terutama Satria yang sangat marah kala itu, bahkan hendak menyodomi para supporter tadi) berangur-angsur tenang, Bali FC pun pulang dengan gontai. Dan harus bersiap-siap ke Monas karena akan segera diadakan Gladi Resik Dharma Santhi bersama.

Tim Boleh Kalah, Tapi Harga Diri Dijaga Hingga Mati.!!!

Bali FC vs Ngawi-Lamongan (1-0)

Dengan peluang yang tipis untuk lolos setelah takluk 1-2 dari Kediri pada pertandingan sebelumnya, membuat partai ini bisa dibilang partai hidup mati. Bali FC harus menang jika mau lolos. Tapi suasana yang tegang tidak terlihat pada pertandingan sore itu, meski belum diperkuat beberapa pemain kunci karena berbenturan dengan jadwal kuliah, Bali FC dengan pemain seadanya mampu bermain tenang bahkan sebuah sepakan keras Sugandha (baca; Doble) dari luar kotak penalti, mengoyak gawang Lamongan dan skor 1-0 mengantarkan Bali FC lolos ke babak knock out. Setelah para pemain kunci datang, skor tidak berubah. Kemenangan ini adalah hasil kerja keras semua pihak baik pemain dan supporter KMHB tercinta, maju terus Bali FC ku !!!

Here is a special website announcement..... Here is a special website announcement...

Berita Kelahiran

Om Swastiastu

Telah lahir putra pertama dari Made Agus Hari Sentana (alumni KMHB, masuk tahun 1994) hari ini pukul 09.45, dengan berat 2,9 kg….

KMHB mengucapkan selamat kepada Bli Hari, dumogi rahayu dan menjadi anak suputra.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Here is a special website announcement..... Here is a special website announcement...

Car Free Day Saat Dharma Shanti

Swastiastu,

Ada info buat Dharma Shanti besok (tapi belum 100% akurat)..
Minggu 3 Mei 2009 ada car free day dari Sudirman-Thamrin (Patung kuda). Alternatif bisa dari Slipi, Tanah Abang, Harmoni, Roxy, Tugu Tani, atau Gambir.

OSSSO, Panitia Dharma Shanti.