MetroTV, Minoritas, dan Indonesia Tercinta!
Metro TV mengundang mahasiswa-mahasiswa dari KMHB STAN untuk menghadiri acara ‘SUMPAH PEMUDA’ terkait dengan peringatan 82 tahun Sumpah Pemuda yang akan tayang pada tanggal 28 oktober 2010. Pada acara yang bertemakan ‘ Indonesia! Satu Tekad, Satu tujuan’ ini dihadiri sejumlah narasumber dari berbagai golongan, ras dan etnis, ketua dari Organisai Pemuda, ANPI, putri alm. Mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Yeni Wahid sang pejuang plurarisme, Menpora Andi Malarangeng, dan Menteri Pemberdayaan Daerah Tertinggal, Helmi Faisal Zaini.
Berbagai pertanyaan timbul bagi para narasumber, seperti “mengapa terjadi berbagai konflik karena hal sepele, apakah ini merupakan suatu tanda memudarnya ikrar janji sumpah pemuda yang diucapkan 82 tahun silam oleh para perwakilan pemuda dari berbagai daerah?” berbagai jawaban pun dilontarkan para narasumber, namun masih sedikit sekali yang mengena pada inti pertanyaan tersebut.
Acara ini juga mengundang 2 tokoh daerah dari Tarakan, Kalimantan Timur tempat terjadinya perang antara 2 etnis. Di acara tersebut menjadi ajang kesempatan untuk menyampaikan keluh kesah dari tokoh-tokoh tersebut kepada paara menteri. Seperti mereka manginginkan adanya ajang-ajang yang dapat menyatukan para penduduk di sana agar semua dapat saling mengenal satu sama lain. Dan langsung medapat tanggapan dari Menpora, Andi Malarangeng. Yang mengatakan akan mengadakan pertandingan-pertandingan seperti sepak bola dan olahraga yang lain. Dan ini ditambahkan oleh Menteri Pemberdayaan Daerah Tertinggal, Helmi Faisal Zaini bahwa akan berusaha untuk memberikan fasilitas-fasilitas yang akan menunjang kegiatan masyarakat yang ada di sana.
Juga ada sebuah tanggapan dari perwakilan pemuda Konghucu yang menyatakan bahwa dia tidak terima disebut pendatang, Karena kecintaan mereka terhadap Indonesia sangatlah besar. mereka juga meminta kepada masyarakat jangan menilai kecintaan seseorang dari pakaian batik yang dikenakannya, atau bahasa yang dipakai tapi lihat dari hati dan pandangannya terhadap Indonesia. Seperti temannya dari Amerika yang mengatakan “saya memandang bahwa Amerika adalah sebuah cita-cita”, American dream... Itulah yang mebuat pemuda ini terhenyak dan mulai menganggap bahwa Indonesia juga merupakan sebuah cita-cita.
Menpora, Andi Malarangeng juga menambahkan bahwa bila kita memiliki pemuda yang belajar ke luar negeri dan bila pelajar itu memiliki pilihan akan tetap di luar negeri, atau kembali ke Indonesia, maka Presiden SBY menjawab “terserah pada pilihan kalian sendiri” mengapa demikian? Menteri yang akrab disapa Bang Andi ini mengungkapkan bahwa perlu adanya “Brain Grains” dari Indonesia di Negara lain seperti yang dilakukan India dan Cina yang penduduknya tersebar di mana-mana, lalu produknya pun tersebar juga di Negara-Negara lain.
Acara ini tidak menjadi membosankan karena adanya kehadiran penyanyi-penyanyi ternama seperti: Alexa, Sandi Sandoro,dan Mikha Tambayong yang membuat penonton sangat terhibur. Mereka semua membawakan lagu yang bertemakan persatuan dan rasa nasionalisme. Tapi bukan itu saja yang membuat menarik, selain karena artis-artis yang menghibur juga karena adanya interaksi kami dari para penonton. Meskipun hanya sedikit, tapi setidaknya menghargai keberadaan kami di sana.
Namun hingga akhir acara, ada pertanyaan yang masih menjadi tanda Tanya besar di benak kita yang masih belum terjawab oleh para narasumber kita “jadi apakah setelah 82 tahun ini, SUMPAH PEMUDA dalam jiwa pemuda sekarang ini sudah memudar?” tampaknya kita semua sebagai pemuda Indonesia lah yang harus mencari jawabannya.
semoga, jawabannya: TIDAK, TIDAK AKAN MEMUDAR!









Thx bli Jun, semua foto diatas saya link dari fb nya bli. . .