SautBox

Kalender Bali

Album KMHB

Here is a special website announcement..... Here is a special website announcement...

Pengumuman!!!! TO USM PKN-STAN Kembali Hadir

KMHB PKN-STAN JAKARTA

proudly present :

TO USM PKN-STAN

Pengen kuliah gratis dibiayai pemerintah?

Pengen langsung penempatan kerja di Kementerian Keuangan?

Pengen kuliah di PKN-STAN tapi pesertanya ratusan ribu orang?

Jangan sedih, come and join us!!!!

TO USM PKN-STAN

Minggu, 6 Maret 2016

SMAN 1 DENPASAR

SMAN 1 SINGARAJA

Registrasi: 07.00 WITA

Tryout: 08.30 WITA – selesai

Pre-ORDER

IDR 40k, include:

- Try Out Prediksi Soal USM PKN STAN 2016

- Kunci jawaban & pembahasan

- Deskripsi kampus PKN STAN

- Tips & Trick jitu lulus USM PKN STAN langsung dari mahasiswa

- Snack

- Sticker

- and Many More

OTS Ticket (very limited)

IDR 45k

Also available USM PKN-STAN 2016 books! IDR 45k/piece. LIMITED STOCK!!! grab it fast! ????

Special offer:

Ticket + book = IDR 75k

Try out tidak hanya untuk kelas 3 SMA saja ???? Buat kamu yang masih duduk di kelas 1, 2, bahkan yang sudah kuliah juga bisa ikutan

Total hadiah jutaan rupiah!More Info :   | twitter, ig: @kmhbstan / @baliTOstan2016

Official line :

http://line.me/ti/p/%40apw9914n

Contact Person:

081999568658 (SMS,Call,WA)

http://line.me/ti/p/~benitasari

or

085737100508 (SMS,Call,WA)

http://line.me/ti/p/~erlinwidiasari

“Prepare yourself to be the next stanners!”

Here is a special website announcement..... Here is a special website announcement...

Futsal KMHB Pelepas Penat Seusai UTS

Oleh : I Gusti Agung Ngurah Wisnu Dwipayana

Acara yang merupakan terobosan terbaru dari departemen Olahraga KMHB ini mengajak seluruh mahasiswa KMHB untuk ikut serta dalam KMHB Futsal Cup. Acara seperti ini sangat diperlukan oleh mahasiswa mengingat, Mahasiswa PKN STAN akan mengahdapi ujian tengah semester yang tentu saja akan sangat melelahkan jadi acara Futsal Internal ini dibutuhkan sebagai penghilang penat dan kegiatan memperat ikatan kekeluargaan.

Kegiatan kali ini akan membagi Mahasiswa KMHB ke dalam 4 kelompok berdasarkan letak kost dan tempat tinggal masing masing mahasiswa, ke empat tim tersebut antara lain:

  1. Paris Sarmili (Sarmili Squad)
  2. Real Mangun (Rawamangun Squad)
  3. Park Ji Mi (PJMI squad)
  4. DIII/DIV Khusus

Selain keempat tim diatas pertandingan juga dimeriahkan oleh pertandingan tamabahan yang tidak kalah seru (memang seru sekali) yaitu pertandingan antara

v  KMHB Tingkat 1 (cewek) vs KMHB tingakat 2 & 3 (cewek)

Pertandingan KMHB Futsal Cup kali ini memakai sistem liga, yang berarti semua tim dapat kesempatan untuk bertanding yang sama dan bertemu semua tim, kemudian tim yang paling banyak mendapatkan kemenangan dialah juaranya, singkat kata yang menang paling banyak yang juara. Acara pun dimulai dengan foto dan berdoa bersama sama. Semua tim sudah bersiap siap, memakai sepatu dan melakukan pemanasan di tengah lapangan, semua terlihat gembira dan ceria, tidak ada aura permusuhan diantara para pemain.

Pertandingan pembuka mempertemukan Real Mangun dengan Park Ji Mi, pertandingan berlangsung sengit, tetapi ternyata Park ji Mi bukan lawan yang seimbang buat Real Mangun, Park ji mi akhirnya menyerah dengan score yang cukup telak 4-0. Pertandingan berikutnya pun berlangsung dengan sengit, tetapi nampaknya DIII khusus masi terlalu tanggguh untuk Paris Sarmili, sehingga pasukan Sarmili menyerah dengan keunggulan 3-2.

Setelah menjalani pertandingan pertama, Nampak seluruh pemain kelelahan dan beristirahat untuk mengembalikan stamina ke kondisi semula, istirahat diisi oleh pertandingan bonus yang tidak kalah seru, terbukti pertandingan ini menarik mata para penonton pria yang melihat, pertandingan atara mahasiswi cewek ini pun lebih banyak diiringi teriakan “kyaaaa, kyaaaa” khas wanita daripada gol yang diciptakan *ya namanya juga pertandingan bonus

Kembali pertandingan dilanjutkan, Real Mangun akan berhadapan dengan DIII Khusus dan Paris Sarmili akan menantang Park Ji Mi, setelah beradu kaki, kepala, dan bercucuran banyak keringat diatas lapangan, akhirnya Real Mangun Memastikan kemenangan atas DIII Khusus, begitu juga dengan Park Ji MI, yang diluar dugaan bisa menaklukkan Paris Sarmili, otomatis dengan akhir pertandingan ini, Real Mangun hanya memerlukan hasil seri saat menantang Paris Sarmili.

Seperti yang telah diperikirakan, walaupun mendapat perlawanan yang sengit dari Paris Sarmili, Real Mangun akhirnya dapat meraih kemenangan yang tentu saja mengantarkan Rawamangun squad menjadi jawara di KMHB Futsal Cup ini, disisi lain Nampak DIII khusus juga mampu membantai Park Ji Mi.

Seperti halnya setiap pertandingan tentu saja ada menang dan ada yang kalah, sama halnya seperti turnamen Futsal kali ini, ada yang menang dan ada yang kalah, tetapi bukan itu tujuan utama yang ingin dicapai, melainkan untuk mengakrabkan diri dan mempererat tali persaudaraan. Tak peduli menang atau kalah, bukan pialanyalah yang akan dikenang, namun momen kebersamaanseperti inilah yang ada dalam kenangan.

Here is a special website announcement..... Here is a special website announcement...

KMHB Ngayah, Bersih-Bersih di Graha

Oleh: I Putu Gede Sutiawan Putra

Om Swastyastu,

Hari sabtu kemarin 16 januari 2016, bertepatan dengan hari Tumpek Bubuh beberapa anggota KMHB melakukan gotong royong, bersih bersih Graha KMHB yang berada di Plasa Mahasiswa. Acara bersih bersih dan gotong royong ini didalangi oleh ketua KMHB, Windu dan ketua SIE Perlengkapan Satrya ‘klepon’.

Keadaan Graha KMHB yang sangat berantakan layaknya tempat pengungsian menjadi salah satu latar belakang dari kegiatan ini, terlebih lagi setelah pentab terakhir kemarin Graha sama sekali belum ‘terjamah’ belum lagi plafon yang jebol serta pintu graha yang rusak pun semakin melengkapinya.

Dengan prinsip ‘Ngayah’ yang diusung Windu selaku ketua KMHB, kegiatan pun berlangsung dengan baik dan tertib walaupun isu-isu teror masih merebak semenjak kasus Sarinah (14/1) lalu.

Kegiatan dimulai dengan mengeluarkan barang-barang, menyapu, membersihkan langit-langit yang sudah ramai oleh debu dan sarang liar laba-laba. Tidak lupa juga kemudian setelah bersih lantai Graha di pel oleh para cowok cowok cager kmhb, yang mana karena kebetulan para ibu ibu PKK KMHB yang hadir berjumlah 7 orang sedang sibuk merapikan dan bersih bersih barang barang KMHB di luar Graha.

Setelah itu barang-barang kembali dimasukkan dan ditata dengan rapi, sekaligus SIE perlengkapan melakukan pengecekan inventaris barang KMHB. Kegiatan selesai sekitar pukul jam 12 lebih, semua kembali ke kediaman masing-masing meninggalkan Graha yang kini sudah jauh lebih tertata daripada sebelumnya.

Semoga kegiatan positif ini bisa berlangsung secara rutin kedepannya, mengingat Graha adalah salah satu tempat yang penting untuk KMHB dan digunakan juga secara bersama-sama dengan teman-teman Buddha untuk beberapa kali kesempatan atau kegiatan. Semoga juga Graha KMHB terus terawat sehingga semakin layak ‘huni’ maupun ‘pakai’.

Terimakasih banyak untuk teman-teman KMHB yang berjumlah 15 orang (yang tidak dapat disebutkan satu persatu) yang sudah menyempatkan meluangkan waktu di hari sabtunya untuk berkotor kotor ria, karena seperti kata Rinso, Kotor itu baik!

Om shanti, shanti, shanti, Om

Here is a special website announcement..... Here is a special website announcement...

Makna Hari Raya Suci Siwaratri

Tahun 2016 ini, Siwa Ratri Kalpa jatuh pada tanggal 8 Januari, dalam sistem kalender Bali disebut prawani Tilem Kapitu, sehari sebelum bulan mati di bulan ketujuh (kapitu), diyakini itu adalah malam tergelap dalam peredaran surya dan candra di atas bumi. Dalam konteks sastra, Hari Raya Siwaratri ini tertuang pada keberadaan kakawin Siwa Ratri Kalpa, karya Mpu Tanakung yang lebih populer disebut Ludbaka, yaitu kisah sang pemburu yang naik sorga, karena pada suatu hari dalam rentang hidupnya tanpa sengaja melakukan yoga di malam siwa melakukan yoga. Dari kalangan para peminat spiritual, cerita Lubdaka itu diterjemahkan sebagai berikut: Jika seseorang sudah mampu membunuh sifat kebinatangannya, maka timbullah rasa ingin dekat dengan Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa). Rasa keinginan atau hasrat (kerinduan) itu diwujudkan dengan berbagai cara (berjapam/mengulang-ngulang nama suci Tuhan), beryajna dan sebagainya.

Malam Siwaratri bukanlah malam peleburan dosa, melainkan peleburan kepapaan dari kelemahan sifat-sifat manusia. Semua manusia memiliki kepapaan, karena dibelengu oleh nafsu-nafsu indrianya/raganya. Itulah sebabnya sangat dianjurkan untuk melaksanakan brata Siwaratri pada Tilem Kepitu yaitu sehari menjelang Tilem Kepitu. Yang tujuannya semata-mata untuk mengurangi kepapaan dari nafsu-nafsu indria yang dimiliki oleh umat manusia.

Makna hari suci Siwaratri adalah untuk menyadari bahwa seseorang berada dalam pengaruh kegelapan. Kegelapan itulah yang harus diterangi, baik jiwa, pikiran maupun badan jasmaninya. Kegelapan itu harus disingkirkan dengan ilmu pengetahuan rohani.

Yang paling penting sekali adalah berkat dari Sang Hyang Siwa sendiri. Beliaulah yang akan menghapus kepapaan, ketidak berdayaan melawan hawa nafsunya sendiri. Mungkin ribuan orang akan menyoraki dan mencaci maki seorang penjahat yang mendapat hukuman. Bahkan pula dilempari dengan batu. Namun beliau (Sang Hyang Sada Siwa) menangis melihat umat-Nya dalam kesengsaraan. Beliau tidak membenci malah lebih bersimpati pada mereka yang mengalami nasib buruk seperti itu.

Itulah keutamaan beliau, tidak membenci siapapun, walaupun penjahat kelas kakap yang dibenci jutaan manusia. Beliau tetap berbelas kasih. Bersedia mengampuni, asal umat-Nya dengan tulus iklas berserah diri, pasrah total kehadapan-Nya.

Beliau sendiri yang akan mebimbing dan memutuskan keadilan-Nya. Maka sangat dianjurkan untuk melaksanakan brata Siwaratri ini kepada siapa saja. Karena pintu tobat dan pengampunan pada hari itu terbuka lebar-lebar.

Ada lagi disebutkan keutamaan brata Siwaratri dalam lontar “Siwaratrikalpa” buah karya Mpu Tanakung, bahwa jika seseorang mampu melaksanakan laku ; upawasa, mona brata dan jagra pada hari itu, yang tujuannya memuja Sang Hyang Sada Siwa, serta memohon pengampunan-Nya maka dosanya akan terhapus.

Kelihatannya kok gampang dan mudah sekali ya? Belum tentu! Melaksanakan salah satu dari brata itupun sangat sulit, apalagi ketiganya sekaligus. Meskipun cuma satu hari satu malam, wah sulitnya minta ampun.

Dan beliau (Mpu Tanakung) juga mengisyaratkan bahwa brata Siwaratri melebihi semua jenis yajna. Untuk itulah, seseorang jangan berputus asa jika sudah terlanjur melakukan kesalahan. Karena Siwaratri bisa dilaksanakan dimana saja (di rumah, di Pura, di tempat sunyi, bahkan di Lembaga Pemasyarakatan / Penjara). Justru disinilah mungkin (di Lembaga Pemasyarakatan) brata Siwaratri itu dilaksanakan lebih khusuk.

Apa tujuannya Monabrata, upawasa dan mejagra. Pada dasarnya, laku-laku tapa brata adalah untuk pengendalian diri (mengekang hawa nafsu). Atau dengan kata lain membiasakan berkata dan bertingkah laku yang baik.

Monobrata maksudnya adalah mengubah kebiasaan dari suka berkata-kata kasar, memaki, memfitnah, membicarakan keburukan orang, menjadi senang berkata-kata yang lemah lembut, membicarakan kebaikan orang lain, senang mengagungkan nama Tuhan.

Monobrata pada hari suci Siwaratri diarahkan untuk mengucapkan nama Tuhan didalam lubuk hati secara terus menerus, misalnya; “Om Namah Siwa Ya, Om Namah Siwa Ya,…. Om Namah Siwa Ya… Om Namah Siwa Ya… Om Namah Siwa Ya… Om Namah Siwa Ya… Om Namah Siwa Ya… Om Namah Siwa Ya… Om Namah Siwa Ya… Om Namah Siwa Ya. . .dan seterusnya.

Ada kebiasaan umat yang membawa tasbih atau genitri. Ada juga yang tidak membawa apa-apa. Yang penting adalah nilai kekhusukannya. Tapa monobrata tujuannya adalah sangat luhur dan mulia, terutama sekali untuk mengekang nafsu marah dan angkara murka. Sebab kata-kata yang kasar bisa melukai perasaan orang lain sampai bertahun-tahun. Maka orang yang dikuasai oleh nafsu murkanya, tak dapat tidak niscaya ia melakukan perbuatan jahat, sampai akhirnya dapat membunuh guru, dan sanggup ia membakar hati seorang saleh, yaitu menyerang dia dengan kata-kata yang kasar.

Brata Siwa Ratri Pada Tilem Kepitu Tambahan pula orang yang dikuasai oleh nafsu murka, sekali-kali tidak tahu akan perkataan yang keliru dan yang benar, sekali-kali mereka tidak mengenal perbuatan yang terlarang dan yang menyalahi dharma serta sanggup mereka mengatakan sesuatu yang tidak layak untuk dikatakan.

Maka monobrata diusahakan sekali untuk dilaksanakan meski tidak hanya pada hari Suci Siwaratri saja. Karena begitu besar manfaatnya, bagi pembentukan sifat dan karakter seseorang. Hakekatnya yang disebut nafsu murka, adalah musuh didalam diri kita; jika ada orang yang dapat menghilangkan nafsu murka itu, maka ia pun akan disegani, dipuji dan dihormati selama ia ada di dunia.

Kemudian laku upawasa yaitu berpuasa tidak makan dan minum adalah untuk menunjang jalannya brata monobrata. Supaya konsentrasi seseorang yang menjalankan laku ini tidak pecah. Mengistirahatkan kerja usus, lambung dan kerongkongan serta mulut pada hari suci itu, untuk tujuan pemujaan. Berpuasa secara fisik dan mental menjadikan tujuan itu terpusat kesatu arah. Apalagi disertai dengan japam (pengulangan mantra), sehingga meditasi itu menjadi khusuk.

Mejagra yaitu begadang semalam suntuk, dalam tradisi India ada diistilahkan dengan “Akanda Bhajan”. Yaitu mengidungkan nama-nama suci Tuhan selama 24 jam secara terus menerus, sambung menyambung.

Begitupun halnya dengan mejagra, begadang semalam suntuk sambil mengidungkan nama-Nya di dalam hati secara terus menerus. Makna dari mejagra ini adalah, agar seseorang senantiasa terjaga selama hidupnya, dengan kata lain tidak lupa diri (mabuk) tidak dikuasai oleh 7 (tujuh) nafsu kemabukan itu.

Original by: Adang Suprapto (http://www.parissweethome.com/bali/cultural_my.php?id=14)

Edited  by: Made Indah Payascita Dewi