Here is a special website announcement..... Here is a special website announcement...

Hindu di Mata Orang-Orang Besar Dunia!

“… Mereka bilang hidup itu pendek, kita hanya dapat sekali kesempatan… dulu aku takut mati, ku pikir itu akhir dari semua. Tapi itu dulu, aku tak takut sekarang… I know that my soul will transcend… I believe that after we’re gone, spirits carries on!

Kata Dream Theater di lagu “The Spirits Carries On”. Jiwa melanjutkan? Reinkarnasi kah? Entahlah, tapi video clip nya memang bercerita tentang reinkarnasi. Sebuah video opera yang rumit! Aku bertanya-tanya, bukankah reinkarnasi bukanlah dalil khas agama Samawi? Reinkarnasi adalah khas agama timur, Hindu.

“Mengapa aku begini sekarang, pasti karena buah karma kehidupanku yang dulu,” kata Steve. “Hidup itu tentang karma dan perjalanan jiwa.” Steve menjadi vegetarian pecinta buah apel dan sesekali ikut prosesi Hare Khrisna untuk mencari ketenangan jiwa.

Ia adalah Steve Jobs, pendiri Apple Computer Inc.

“… bom nuklir mengingatkanku kepada Dewa Hindu Wishnu yang berkata, “Aku adalah Maut, penelan segala sesuatu,” kata Robert Oppenheimer spontan, mengutip sloka Bhagavad Gita saat melihat percobaan bom atom pertama.

Ia adalah Father of the Atomic Bomb, pemimpin pertama Manhattan Project. Bagi pembaca biografi Einstein tentu nama project ini tak asing.

“Bangsa Arya bermartabat tertinggi!” cetus Adolf Hitler, “leluhurku itu, arya-lah pembawa ajaran Vedik, dimana aku kagum pada filosofis Swastika dari mereka itu. Bahkan konsep Vimanas, kendaraan kuno pada Weda adalah inspirasi dalam teknologi perang Nazi.”

Ia adalah… yeah tak perlu ku jelaskan siapa Hitler. Mengenai “Vimanas” silakan googling dan takjublah.

“Ayahku marah besar saat aku menangkapi ikan sembarangan. Ia mengingatkanku akan Tat Twam Asi, betapa mulia dan setaranya semua makhluk. Saatku di penjara, buku dari seorang tokoh Hindu, Svami Vivekananda-lah yang membuatku tetap kuat. Kata-katanya yang berapi bahkan kukutip dalam pidato Indonesia Menggugat yang kubuat didalam penjara.”

Ia adalah Bung Karno, orang yang menulisi kata pengantar buku Svami Vivekananda sendiri. Dengan tulisan tangan beliau!

Sudah, segitu dulu contohnya. Kalau mau lebih panjang lagi, silakan cari sendiri, hehe!

* * *

Mereka punya kesamaan, mereka sama-sama tidak terlahir sebagai pengenal Hindu atau Sanatana Dharma. Itu baru seberapa orang luar yang melihat keindahan Sanatana Dharma. Ya, Steve Jobs beragama Buddha ­–dan bukan hindu- tapi bukankah kata “agama” hanyalah sebuah penyekat? Butalah pengikut Sang Buddha yang tak melihat benang merah dua ajaran Hindu-Buddha. Di komik Buddha karya Ozamu Tezuka yang beragama Buddha-pun, terlihat Brahma menuntun perjalanan Sang Buddha. Dan lebih buta lagi pengikut Hindu yang tak hormat pada Sang Buddha, yang jelas-jelas Awatara, manifestasi Sang Pencipta di dunia pada keyakinan Hindu. Dan slogan negara ini sebenarnya menggambarkan kemanunggalan Hindu-Buddha di jaman keemasan nusantara dahulu.

See…?

Mereka, para tokoh mentereng di atas bangga dan cinta pada Hindu. Tapi sayangnya, mengapa masih ada orang Hindu yang malu dan terkesan ragu dengan kehinduannya? Ah, si penulis artikel ini mengada-ada saja, mana ada yang ragu. Ngarang ah, lebay! Tapi coba lihat kenyataannya. Tiap ditanya apa arti canang, galungan, bija, apalagi bagaimana rupa kitabnya, konon banyak orang Hindu jadi grogi dan blingsatan!

Mengapa mereka bisa ragu? Mungkin karena orang-orang Hindu yang ragu itu melihat Hindu dari sudut pandang berbeda dengan tokoh-tokoh mulia diatas. Berkat media yang giat menampilkan prosesi bunga+dupa+alam sebagai hal klenik ala Mak Lampir dan khas dengan pencari pesugihan lah, mata-mata sinis mulai tertuju pada ajaran Hindu.  “Ih, Hindu agama kuno, dewa, sajen, menyan, dan lain-lain”. Ya, media membuat kita percaya bahwa Mak Lampir adalah tokoh nenek tua, memakai sesembahan bunga dan asap, mengacup tangan pada arca dan berkata “Om Wilaheng wilaheng bla-bla…”, yang kalah pada tokoh bersorban. Pastinya Mak Lampir jahat! Padahal yang dilakukan Mak Lampir sejenis dengan nenek kita dirumah, bukan? Dengan canang, arca, dupa, dan sebagainya. Itu Hindu, dan sayangnya Hindu melalui personifikasi mak lampir, kisah pesugihan, dan lain-lain membuat banyak yang percaya bahwa agama ini kuno.

Itukah Hindu?

Entahlah….

Tapi yang pasti aku yakini, kalau Hindu memang seperti citranya sekarang, kurasa Steve Jobs, Oppenheimer, Hitler, ayah Bung Karno, Bung Karno sendiri, band prog metal macam Dream Theater dan tokoh-tokoh lainnya tak akan punya alasan untuk cinta ajaran ini. Tapi kenyataan berkata bahwa mereka punya alasan, alasan untuk cinta pada ajaran Sanatana Dharma.  Dream Theater dan Steve percaya karma dan reinkarnasi, Soekarno memegan Tat Twam Asi, Bhagavad Gita dan Upanisad bahkan dibaca banyak ilmuwan dan muncul di novel Lost Symbol karya Dan Brown tentang ilmu noetic science. Apa noetic science? Silakan googling lagi, hehe…

Lalu bagaimana denganmu? Cintakah engkau?

Temukan alasan untuk cinta. Jangan pergi tinggalkan dia untuk mencari alasan cinta diluar sana sementara dirumah sendiri kau belum mencari. Saya yakin Steve Jobs, Soekarno, dan lain-lain bukanlah orang bodoh. Yah, mereka telah menemukan yang (mungkin) belum kita temukan…

oleh: Nasionalis Rock n Roll

Here is a special website announcement..... Here is a special website announcement...

Dharma Santhi UKM Hindu Se-Jakarta 2011

Tepat di hari minggu tanggal 17 April 2011, Gedung Thamrin BI diramaikan oleh kumpulan umat sedharma tua muda, pria wanita duduk bersama mengikuti Acara Dharma Santhi dalam rangka memperingati Tahun Baru Saka 1933. Dharma Santhi yang bertajuk “Pemuda Hindu Berkarya” ini merupakan kegiatan yang dipelopori pemuda-pemudi hindu di UKM Universitas Se-Jakarta bekerja sama dengan Bank Indonesia dan KMHDI Jakarta. Adapun universitas yang ikut meramaikan acara ini diantaranya adalah STAN, UI, Trisakti, BiNus, Atmajaya, STIS, AMG, UPN, STAH Jakarta, Tarakanita, YAI, UKI, BSI, Gunadharma, Pancasila dan Darma Persada.

Kegiatan Dharma Santhi dipenuhi dengan acara kesenian hasil garapan pemuda-pemudi hindu sesuai dengan tema yang diangkat saat itu. Alunan gamelan bali dari sekaa gong menandakan acara Dharma Santhi segera dimulai. Para undangan pun mulai berdatangan memenuhi aula.

Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan dan lagu nasional

Setelah itu acara diisi dengan nyanyian sloka yang membawa kedamaian dilanjutkan dengan nyanyian rohani.

Kemudian acara dilanjutkan dengan tarian yang digarap bersama oleh mahasiswa hindu sejakarta.

Dilanjutkan dengan tarian janger yang mempesona.

Setelah diisi oleh pertunjukan penuh kreatifitas dari pemuda pemudi hindu maka dimulailah acara utama Dharma Santhi dengan tajuk “Pemuda Hindu Berkarya” dimoderatori oleh Ketut Budiasa dengn pembicara Dr. Putu Gede Ary Suta dan Drs. I Gede Jaman. Tamu yang didominasi oleh pemuda dan pemudi, sesuai dengan temanya sehingga terjadi dialog yang alot antara pendengar dan pembicara.

Setelah mendapat pencerahan dari para narasumber kemudian para ditamu dihibur dengan lantunan lagu dari Alam Dewata Band. Berkolaborasi dengan alunan nada pentatonik dari gamelan bali memberi warna tersendiri bagi penampilan Alam Dewata Band. Begitu juga penari yang gemulai menghiptonis para pengunjung.

Kemudian setelah penampilan Alam Dewata Band para pengunjung dipersilahkan untuk beristirahat sembari makan siang. Setelah itu barulah Sendratari dari STAN ditampilkan. Alunan nada bleganjur penuh semangat mengiringi tarian dari Panca Pandawa vs Raksasa.

Begitu Sendratari meninggalkan panggung para undangan langsung dihibur dengan kelincahan gerak dari barong sai.

Kemudian acara ini diakhiri dengan penyerahan plakat oleh panitia kepada perwakilan masing-masing universitas termasuk bapak ketua kita, Gunk Yudi Perkap. . .n_nV

Tak terasa sudah begitu banyak hal yang kita lewati mulai dari Try Out, Pentab, HFG UI, olahraga bersama, HOE, dan yang paling hangat Dharma Santhi seminggu yang lalu, semoga tiap-tiap kegiatan bisa memberikan pembelajaran baru bagi kita dan senantiasa memantapkan hubungan kita sebagai sebuah keluarga, sebuah keluarga harmonis, yang kita sebut KMHB-STAN.

Here is a special website announcement..... Here is a special website announcement...

Saniscara Umanis Watugunung, hari turunnya ilmu pengetahuan

SETIAP hari Sabtu (Saniscara) Umanis (Legi) Watugunung, menurut perhitungan sistem kalender pawukon Bali, diperingati sebagai hari raya Saraswati, hari turunnya ilmu pengetahuan suci. Datangnya perayaan ini secara periodik setiap 210 hari sekali, dan di bulan April ini jatuh pada tanggal 23. Sebagai wujud rasa bhakti (pelayanan yang suci), pemujaan terhadap Sumber Segala Ilmu Pengetahuan material maupun spiritual tersebut, diwujudkan atau digambarkan dalam alam pikiran melalui personifikasi Dewi Sarasvati. Ada tujuh makna simbolis yang terkandung dari perwujudan dewi yang anggun nan cantik, dengan busana putih bersih, memainkan alat musik (wina/sejenis gitar), memegang kitab pustaka (kropak), aksamala (genitri/tasbih), bunga teratai (kumbaja), didampingi wahana berupa burung merak dan angsa putih (swan).

TUHAN Yang Mahaesa, dalam Personifikasi-Nya sebagai Dewi Sarasvati, menganugerahkan pengetahuan dan kebahagiaan. Penuh keutamaan dan menjadikan segala sesuatu itu ada…

  1. Penampilan dewi yang cantik dengan busana putih bersih berkilauan, melambangkan ilmu pengetahuuan itu sangat mulia, selalu menarik untuk dipelajari oleh siapapun.
  2. Alat musik gitar (wina) melambangkan unsur mutlak ilmu pengetahuan berasal dari hukum alam yang tercipta melalui melodi alami dan citarasa seni Sang Pencipta.
  3. Kitab suci (kropak) melambangkan tempat tertuangnya berbagai petunjuk ajaran suci sebagai sumber ilmu pengetahuan material maupun spiritual.
  4. Genitri (aksamala/tasbih) melambangkan ilmu pengetahuan bersifat kekal, tidak terbatas, tidak akan ada akhirnya dan habis-habisnya untuk dipelajari.
  5. Bunga Teratai, melambangkan kesucian ilmu pengetahuan yang murni, tidak tercela
  6. Burung Merak, melambangkan sifat ilmu pengetahuan itu memberikan suatu kewibawaan bagi yang telah memahami dan menguasainya
  7. Angsa putih, melambangkan ilmu pengetahuan itu dapat memberikan petunjuk untuk bersikap bijaksana dalam membedakan antara yang baik dan yang buruk.

Simbol perwujudan Dewi Sarasvati yang cantik nan anggun, berlengan empat dengan bermacam atribut yang dipegang-Nya, mengandung makna simbolis bahwa Tuhan Yang Mahaesa adalah satu sumber kebenaran mutlak dari segala jenis ilmu pengetahuan, dan sumber wahyu suci yang terhimpun dalam berbagai kitab suci. Berbagai gambaran simbolis tersebut memiliki nilai yang tinggi dengan latar belakang filosofis yang sangat mendalam.

MAKNA PEMUJAAN KEPADA DEWI SARASWATI.

Pada masyarakat awam bertanya apa maksud menyembah dewa-dewa atau dewi-dewi melalui simbol-simbol atau patung, gambar dan sebagai-nya? Padahal Tuhan hanya satu, kenapa ada ba-nyak dewa atau dewi?

Dewa berasal dari kata”div” yaitu sinar/pan-caran. Pengertiannya adalah bahwa Tuhan itu adalah satu, tapi mempunyai aspek-aspek de-ngan pancaran sinar-Nya (Nur Illahi) yang bermacam-macam sesuai dengan fungsinya. ang bermacam-macam sesuai dengan fungsinya. Pada saat menciptakan disebut Brahma, saat memelihara disebut Wishnu, dan saat pendaurulang disebut Shiwa, dan sebagainya. Tapi sebenarnya Brahma, Wishnu, Shiva adalah satu (Trimurti).

Para dewa ini mempunyai pendamping (Shak-ti), yaitu: Brahma shakti-Nya Saraswati, Wishnu shakti-Nya Lakshmi dan Shiwa shakti-Nya Parvati (Durga). Disini Dewi Saraswati sebagai aspek Tuhan Yang Maha Esa pada saat menganugrah-kan/munurunkan ilmu pengetahuan (vidya), ke-cerdasan, ucapan, musik, budaya dan seba-gainya. Demikian pula dijabarkan dalam konsep Gayatri yang terdiri dari tiga aspek, yaitu: Saras-wati menguasai ucapan/tutur kata, Gayatri me-nguasai intelek/budhi dan savitri yang menguasai prana/nafas.

Jadi makna pemujaan Dewi Saraswati adalah memuja dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan memfokuskan pada aspek Dewi Sa-raswati (simbol vidya) atas karunia ilmu penge-tahuan yang di karuniakan kepada kita semua, sehingga akan terbebas dan avidyam (kebodoh-an), agar dibimbing menuju ke kedamaian yang abadi dan pencerahan sempurna.

MAKNA PENGAMBARAN DEWA-DEWI DALAM SIMBOL-SIMBOL TERTENTU.

Tuhan Maha Esa tidak bisa digambarkan, tapi mengapa orang meuggambarkan dengan simbol-simbol tertentu, misalnya arca, gambar, dan lain-lain? Bagaimana bentuk Tuhan? Apakah Tuhan itu Arca? Misalnya, seperti Negara Kesatuan Rl kenapa disimbolkan sebagai bendera merah putih? Apakah Indonesia itu berwujud selembar kain bendera? Kenapa kita menghormati ben-dera? Sebagai contoh lagi, seseorang yang se-dang jatuh cinta pada kekasihnya yang berada jauh dan dia. Setiap malam dia memeluk foto, ban-tal atau guling dan membayangkannya sebagai kekesihnya, sambil berkata: ‘aku sayang, rindu, dan cinta kamu’. Padahal bukan benda-benda itu yang di cintai, tapi adalah kekasihnya yang berada jauh darinya. Untuk membayangkannya dia meng-gunakan benda-benda itu sebagai sarana untuk memfokuskan kerinduannya pada kekasihnya. Apakah dia mencintai bantal, guling, foto dan se-bagainya? Mengapa demikian?

Disini jawabannya ada dalam konsep “Sat Guna Brahman dan Nir Guna Brahman”. ‘Sat’ berarti: ada/kebenaran/hakiki/yangsesungguhnya. ‘Nir’ berarti: kosong/tidak ada/nol.’ Guna’ berarti: sifat, ‘Brahman’ berarti Tuhan. Satguna Brahman yaitu Tuhan adalah ada dan berwujud. Seluruh semesta ini adalah personifikasi dan Tuhan. Nirguna Brahman adalah Tuhan yang tidak bisa digambarkan atau gaib.

Jadi walaupun Tuhan itu Gaib tapi ada, dan ma-nusia karena kemampuannya terbatas dalam mengkonsentrsi kepada Tuhan, sering menggunakan simbol sebagai sarananya. Bukan arca, ka’bah, salib, linggayoni, padmasana, dan sebagainya yang disembah, itu semua tapi hanya sebagai alat memusatkan konsentrasi kepada Tuhan Yang Maha Esa yang hanya berhak di-sembah.

Demikian pula dengan Dewi Saraswati menga-pa kita memuja-Nya? Karena Dewi Saraswati adalah perwujudan philosofi weda, simbol dan vidya / ilmu pengetahuan, dan menguasai ucapan setiap orang. Kita semua mempunyai pengetahu-an, jiwa seni, intelek, perkataan/ucapan dan lain-lain. Jadi sadar tidak sadar, mau tidak mau, Dewi Saraswati selalu hadir dalam ucapan/perkataan dan pikiran kita semua tanpa membedakan ras, ethnic, agama dan kebangsaan.

MAKNA DARI PERAYAAN DEWI SARASWATI.

Dan perayaan ini kita dapat mengambil hik-mahnya, antara lain:

1. Kita harus bersyukur kepada Hyang Widhi atas kemurahan-Nya yang telah menganugrahkan vidya (ilmu pengetahuan) dan kecerdasan kepada kita semua.

2. Dengan vidya kita harus terbebas dari avidya (kebodohan) dan menuju ke pencerahan, kebe-naran sejati (sat) dan kebahagiaan abadi.

3. Selama ini secara spiritual kita masih tertidur lelap dan diselimuti oleh sang maya (ketidak-benaran) dan avidyam (kebodohan). Dengan vidya ini mari kita berusaha untuk melek/eling/bangun dan tidur kita, hilangkan selimut maya, sadarilah bahwa kita adalah atma, dan akhirnya tercapailah nirwana.

4. Kita belajar dan angsa untuk menjadi orang yang lebih bijaksana. Angsa bisa menyaring air, memisahkan makanan dan kotoran walaupun di air yang keruh/kotor atau lumpur. Juga jadilah orang baik, seperti buruk merak yang berbulu cantik, indah dan cemerlang walaupun hidupnya di hutan.

5. Kita masih memerlukan/mempelajari ilmu pengetahuan dan sains yang sekuler, tetapi harus diimbangi dengan ilmu spiritual dengan peng-hayatan dan bakti yang tulus.

6.Laksanakan Puja/sembahyang sesuai de-ngan kepercayaannya masing-masing secara sederhana dengan bakti yang tulus/ihlas, bisa dirumah, kuil, atau pura dan lain-lain.

Awali dengan Ganesh Mantra, 0m nama saraswati mata ya namah, Tri sandia, Gayatri Saraswati, Mantra Asatoma, Mantra Shanti Universal (Loka samasta sukino bhavantu). Bila dilaksanakan agnihotra (homa yajna) baca 108 Saraswati Nawamali dan ditutup dengan Aarati Sarasvati. Dalam puja ini dianjurkan banyak mem-baca Gayatri Mantra (bait pertama Tri sandia) secara berulang-ulang.

Demikianlah semoga vidya akan membawa kita ke perdamaian secara universal, damai di bumi, damai di langit, damai di surga, (damai semua loka).

0m shanti shanti shanti om

Here is a special website announcement..... Here is a special website announcement...

Heritage & Organda Expo 2011, ajang tunjukkan eksistensi BALI

30 januari 2011, pukul 15.30 lapangan A tidak terlihat seperti biasanya. Gemuruh terdengar dari dari berbagai arah menyambut penampilan dari BALI. Ya, pada saat itu BALI tampil dalam acara akbar STAN, Heritage & Organda Expo.

Dengan bangga BALI mempersembahkan fragmentari “Ayodhya Stuti Winangun”. Sendratari dengan latar belakang cerita Ramayana. Alunan suara bleganjur membuat suasana semakin sakral. Tarian yang penuh dengan nuansa magis mencuri perhatian seluruh pengunjung. Begitu juga dengan aksi penabuh kendang yang begitu atraktif.  Suara ceng-ceng dan kul-kul yang saling bersahutan membuat lapangan A begitu ramai. Alunan reong dan ponggang seakan menjadi melodi yang membuat penonton terpana. Tak lupa juga beat dari tawa-tawa, kempli dan gong memberikan semangat ke seluruh penabuh.Dan tepuk tanganpun membanjiri penampilan BALI.

Dari Organda Expo pun tidak kalah menarik, Baru saja Stand Bali di buka langsung ramai dipadati pengunjung. berbagai jajanan khas bali seperti jaja ketan, batun bedil, bubur sumsum dan lain-lain langsung diserbu oleh pengunjung yang penasaran dengan kuliner khas bali. Bahkan di siang harinya Bali sudah kehabisan stok dagangan, padahal acara samapi dimalam hari, alhasil sampai di malam hari stand bali beralih fungsi menjadi studio foto. . :D

Begitulah potret HOE 2011. Setelah sempat absen 1 tahun dari ajang HOE ini, BALI kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu Organda Besar di STAN. Double Winner dengan menyabet Juara Heritage dan Juara Organda Expo sekaligus. Performa Putra Putri Daerah yang diwakili oleh Lanang dan Sani pun patut diacungi jempol. Berhasil masuk 5 besar. Ini merupakan kemajuan bagi kita, karena di tahun tahun sebelumnya kita hanya bisa menyabet juara Heritage.

Apa kunci keberhasilan BALI?

Panitia mengatakan “Totalitas Bali dalam menampilkan HOE”

Kita mengatakan “Rasa kekeluargaanlah yang membawa kita ke sini, rasa saling memiliki, rasa bahwa kita adalah satu, BALI”

Here is a special website announcement..... Here is a special website announcement...

Renungan: Apakah Bali Akan tetap Hindu?

Apakah Bali akan tetap Hindu?

Yah, siapa yang bisa menjawab pertanyaan diatas, sementara Mama Lauren sudah meninggal jauh hari sebelumnya! Tapi pertanyaan semacam ini mudah-mudahan ada dalam hati sanubari saudara-saudara sedharma. Ini bukan ajang narsis, rasis, chauvenisme khusus bagi orang Hindu Bali. Bukan! Sama sekali bukan! Justru ini menjadi semacam tanggung jawab bagi para Hindu Bali, sebagai benteng terakhir Hindu di nusantara, bagaimana menjadi tetap lestari.

“Itu sih, cita-cita namanya. Realistis dong, Gan! (halah, kok jadi kaskuser)

Oke, realistis.

hmm….

Ngomong-ngomong, realitanya seperti apa?

Bagaimana kehidupan Hindu Bali dan sekitarnya sekarang?

Bagaimana ceritanya, kok bisa Bali bisa eksis Hindu sendiri di tengah lautan Muslim dan Kristen ini?

Anak saya nanti, yang beragama Hindu, akan hidup di dunia yang seperti apa?

dan sebagainya….

* * *

Kawan, temukan cerita selengkapnya bisa kita temukan di blog buatan teman kita, KMHB STAN yang mengaku bernama Made Gede. Artikel blognya bisa kita temukan disini. Klik dan bacalah tanpa ragu-ragu, itu bukanlah sebuah jebakan, apalagi jebakan betmen.

Selamat membaca!

dan tinggalkan komentar. Seorang blogger itu akan sangat senang, bila tulisannya dibaca orang, apalagi bila orang itu meninggalkan komentar.

Semoga setelah membaca tulisan itu, kita semua dapat menjadi keluarga Hindu yang baik, yang mengenal dan menjaga nilai-nilai keluarga, sekaligus menjadi tetangga yang menghormati dan dihormati keluarga lainnya!

Semoga!

Here is a special website announcement..... Here is a special website announcement...

Journey to Salak Mountain

Rabu, 17 November 2010, bertepatan dengan hari raya saudara kita, Idul Adha, bertepatan juga dengan Budha Cemeng Warigadian, rombongan Pemuda Pemudi Hindu Se-Jakarta menempuh perjalanan ke barat “yang pasti bukan untuk mencari kitab suci” :)

Yah, pada hari itu Panitia Dharma Santhi 2010 mengadakan acara pembubaran panitia dengan melakukan Tirtha Yatra ke Pura Curug Luhur dan Pura Parahyangan Agung Jagatkartta, Gunung Salak, Bogor. Para pesertapun sudah mulai bersiap” dari pagi hari, langsung berkumpul menuju Pura Aditya Jaya Rawamangun.

Sesampainya di Rawamangun dilakukan persembahyangan bersama memohon agar kegiatan Tirtha Yatra berjalan dengan lancar.

Perjalanan menuju Bogor yang mengalami kemacetan, selain itu medan jalan menuju pura Curug Luhur yang kecil dan berliku-liku membuat pak Supir Bus kewalahan. Hmm, setelah sekian lama, akhirnya sekitar pkl 12.30 sampai juga di Pura Curug Luhur. Kedatangan kamipun disambut oleh hujan.

Sempat bingung juga karena tidak nampak bangunan pura oleh kami. Yang ada hanyalah wisata air mirip waterboom. Dimana Puranya ???

Ternyata pura itu berada di belakang “waterboom abal-abal ini”. Sumber mata air, Pelinggih dan Arca. Saya pribadi miris melihat tempat suci kita “tersembunyikan” oleh tempat wisata air ini. Paling tidak kalau tempat wisata ini tidak dibangun di sana, pelinggih ini pasti menjadi tempat yang asri dan sunyi.

Karena jumlah peserta yang cukup banyak akhirnya persembahyangan di pura Curug Luhur dilakukan bergelombang.

Kemudian perjalan dilanjutkan menuju pura Gunung Salak. Diawali dengan persembahyangan di Pura Melanting dan Pura Pasar Agung, baru kemudian dilanjutkan ke Pura Parahyangan Agung Jagatkartta.

Setelah itu dilanjutkan dengan pembahasan LPJ Dharma Santhi 2010 oleh Alit di Wantilan Pura Gunung Salak. Dalam forum ini juga telah ditentukan bahwa kegiatan Dharma Santhi gabungan ini akan rutin diadakan tiap tahun dengan panitia inti yang digilir. Pada tahun 2009 yang diketuai oleh Bli Goseng dari STAN, kemudian tahun 2010 yang diketuai oleh Bli Alit dari UNJ. Untuk ketua panitia  tahun 2011 sendiri akan dibahas lebih lanjut dalam waktu dekat

Here is a special website announcement..... Here is a special website announcement...

HFG UI 2010

Sabtu, 6 November 2010 KMHB STAN berangkat menuju Universitas Indonesia, Depok. Bertempat di Pertamina Hall Fakultas Ekonomi diselenggarakan Hindu For Generation Futsal Championship (HFG) yang diselenggarakan setiap tahun. Acara ini diikuti oleh beberapa kampus yang ada di wilayah Jabodetabek dan Bandung, diantaranya UI, STIS, UNJ, IT Telkom, ITB, Unpad, Binus, Tri Sakti, STT PLN, STAH, UKI, Gunadarma dan Atma Jaya. Tim dari KMHB STAN merupakan peserta yang sangat ditunggu-tunggu dalam event ini, bersama dengan 10 orang pemain dan tidak ketinggalan para supporter yang sangat bersemangat sekali untuk mendukung tim KMHB tercinta. Dengan membawa sebuah bus dan sebuah kopaja (mobilnya KMHB) tim dan supporter KMHB sampai di tempat pertandingan dengan penuh semangat dan berusaha memboyong juara dalam HFG tahun ini.

Pertandingan pertama untuk KMHB adalah melawan Gunadarma yang bisa dibilang lawan yang cukup tangguh bisa dilalui oleh tim KMHB dengan skor 5-1, akhirnya KMHB bisa bertemu dengan lawan lainnya karena menggunakan sistem gugur. Pertandingan kedua adalah pertandingan yang bisa dibilang puncak dari pertandingan yang ada. KMHB harus berhadapan dengan tim pendatang baru IT Telkom, yang tidak bisa diremehkan strategi permainan dan bahkan supporternya yang tidak kalah kompak. Namun, pemain KMHB tetap berjuang dengan semangat dan juga dengan dukungan para supporter yang sangat spektakuler. Terjadilah pertandingan yang sangat sengit diantara kedua tim KMHB STAN dan Telkom. Telkom berhasil membobol gawang KMHB pertama kali, namun segera dibalas oleh KMHB dan akhirnya menyamakan kedudukan. Tidak hanya pertandingan para pemain futsal, supporter juga ikut bertanding dengan saling adu mars, drum, yell dan teriakan histeris dari para supporter. Saat pertengahan pertandingan Telkom harus bertanding dengan 4 orang pemain saja, itu semakin membuat KMHB yakin akan kemenangan atas Telkom, dan benar saja tendangan pinalti dari Yudi berhasil membobol gawang Telkom. Akhirnya KMHB STAN menang atas pertandingan ini dengan skor 2-1.

KMHB akhirnya lolos menuju semifinal dan berhadapan dengan STIS. Saat menit-menit pertama gawang yang dijaga oleh Pram dibobol oleh tim STIS. STIS unggul dengan skor 1-0. Pemain KMHB tidak mau kalah, semangat dari pemain semakin besar, tendangan bertubi-tubi ke gawang STIS terus terjadi oleh Eldy, Praven, dan Dharma. Namun, tiba-tiba penjaga gawang STIS menjadi sangat tangguh dan gawangnya tidak bisa dibobol sama sekali. Pertandingan berakhir, KMHB harus menerima kekalahan atas STIS dan hanya bisa berharap memboyong juara 3 dalam HFG ke-5 ini.

Pertandingan untuk memperebutkan juara 3, KMHB harus berhadapan dengan musuh saat final tahun lalu yaitu UNJ. UNJ ternyata dikalahkan oleh tim tuan rumah UI. Serasa mengulang kejadian setahun yang lalu tapi ini bukan dalam final. Pemain UNJ yang tangguh dapat dimenangkan oleh KMHB dengan skor 5-1 dan KMHB berhasil memperoleh juara 3 dalam HFG tahun ini.

Kita tidak perlu bersedih karena tidak bisa mempertahankan juara 1 kita dalam HFG ini. Setidaknya kita sudah berjuang dengan keras, dan kita tetap kompak. Kekompakan kita ini telah mendapat apresiasi dari panitia dan kita diberikan The Best Supporter. Kita telah bisa menunjukkan kekuatan dari KMHB yaitu rasa kekeluargaan yang besar. Mari kita rebut kembali juara 1 dan ramaikan lagi HFG tahun depan. Terima kasih untuk panitia HFG karena telah mengundang kami dalam acara kali ini, kami tidak akan kapok dan kami menunggu undangan tahun depan. Terima kasih juga untuk teman-teman Hindu se-Jabodetabek dan Bandung, semoga kita bisa berkumpul kembali dalam event-event lainnya. Terima kasih keluarga kami, KMHB-STAN semoga kita selalu menjadi keluarga yang kompak dan selalu bisa menjadi yang terbaik.

Semangat teman-teman…

KMHB in my soul…

Salam olahraga…

Salam kaemhabe.